Catatan Kecil Hari ini

# 56 (2)

Sebagian pesan “selamat” di dinding Facebook. Dari 
1000 teman di Facebook, hanya 80 teman yang kirim
ucapan di dinding. Yang lain, siapa?
Diiring dengan lagu bertajuk “I Love You” yang dilantunkan Avril Lavigne, aku ingin melanjutkan cerita tentang pengalaman ulang tahun kemarin. Setelah sebelumnya berbicara soal “doa yang ditukar” dan doa “cepat nikah”, sekarang mau berbicara soal lain, yang tak kalah menarik.
Selain isi ujaran-ujaran indah, ada yang tak kalah menarik dalam sehari kemarin. Yakni cara keluarga, teman-teman dan yang terkasih menyampaikan kalimat ucapan. Yang disadari atau tidak, dari tahun ke tahun, selalu ada perubahan.
“‎Terimakasih atas doa dan ujaran yang indah, Selasa kemarin. Sungguh, sekalipun ‘keramaian’ di kotak masuk hape dan dinding Facebook, hanya satu tahun sekali, semua itu sungguh indah. Terimakasih.” begitu aku berujar pada dinding Facebook.

Yah, malam sebelum tepat Pukul 00.00 WIB tertanggal 14 Februari 2012, aku mencoba berpikir, dengan cara apa orang-orang yang dekat denganku akan mengucapkan “selamat”? Dan, saat menjelang sore, aku sadar betul, cara mereka mengucapkan tak lagi langsung, melainkan melalui media.
Karena itu, tak aneh, jika dalam hitungan detik, ada banyak pemberitahuan di Facebook yang menyebutkan ada teman yang “mengirimkan sesuatu di dinding anda”. Media sosial bikinan Mark Zuckenberg jadi ruang paling utama dalam menyampaikan pesan.
Hal itu sudah pasti menggeser cara mengucapkan pesan selamat secara langsung. Bertatap muka. Aku selalu berkeyakinan, mengucapkan selamat ulang tahun secara mata bertemu mata jelas hal yang susah. Namun, ada sensasi di sana. Ada feel.
Atau setidaknya SMS lah. Aku masih ingat, saat harus bangun tengah malam untuk SMS mengucapkan selamat ulang tahun kepada seseorang. Bahkan begadang demi mendapatkan predikat sangat perhatian lantaran ingat hal-hal kecil tapi sangat spesial.
Tapi, senyatanya, bertemu teman dan mengucapkan selamat secara langsung mulai sepi. Bahkan, yang lewat hape juga bisa dihitung. Sangat jauh jumlahnya, kalau dibandingkan dengan momen 23 tahun. Aku tahu, karena aku selalu menulis ulang ucapan di hape dalam buku.
Meski tak menafikan hal itu sebagai imbas dari perkembangan jaman, aku tetap mengkhawatirkan prediksiku dalam kajian semasa kuliah dulu. Ada semacam urbanisasi, dari dunia nyata ke dunia nyata. Orang-orang akan berbondong-bondong akan berpindah ke cyberspace. Aih….
[16/02/2012]

7 thoughts on “# 56 (2)”

  1. Hehehe.

    Ttiba-tiba ketawa saat baca bagian (kurang lebihnya) "..begadang demi mendapat predikat perhatian dengan ucapan selamat ulang tahun!" hahaha..

    pengalaman yang sama. hehehe.. 😀

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *