Catatan Kecil

Berburu Seduhan Kopi, Salam Akrab hingga Malam Syahdu di Festival Kopi Purbalingga 2019

Festival Kopi Purbalingga kembali digelar, untuk kali kedua. Seperti tahun kemarin, festival ini menjadi menjadi masuk dalam daftar destinasi wisata ngopi tampan yang wajib aku kunjungi.

Kenapa? Alasan sederhananya, karena di sini berkumpul barista-barista dari Purbalingga. Dari yang baru belajaran, sampai barista yang sudah level “Bintang Tujuh Terpercaya” ada di Festival Kopi Purbalingga.

Kalau tahun 2018, festival ini digelar di Alun-alun Purbalingga dan mengusung konsep “Mengembalikan Kejayaan Kopi Purbalingga”. Sementara di tahun 2019 ini festival ini lebih mengajak “Mayuh Ngopi Maning”.

Selalu bisa banget menjadi rujukan ngopi tampan di Purbalingga.

Festival Kopi Purbalingga 2019 dilaksanakan di Halaman Stadion Goentoer Darjono, 8-10 November 2019. Pas long weekend. Kalau nggak salah ngitung, ada sekitar 30-an stand kopi di event ini.

Seperti tahun lalu, visual festival tahun ini juga mengusung konsep tradisional. Stand dibuat dengan atap daun dan menggunakan gedeg alias anyamanan bambu sebagai tembok pembatasnya.

Tone festival di warna coklat dan orange. Jadi, nuansa yang terbangun itu sangat nyaman untuk dipandang mata. Lampu dan ornamen di lokasi, bikin Festival Kopi Purbalingga lumayan instagramable.

Jadi, walaupun ini bukan event perdana tentang kopi di Purbalingga, karena ada Kopi Merdeka yang muncul duluan, Festival Kopi Purbalingga tetap jadi rujukan kece ngopi di Kota Perwira. Recommended!

Eh, kalaupun ada yang nggak sreg dari ajang yang dimotori Ruang Kopi ini, ya paling cuma set bagian tengah festival aja sih. Rasanya kayak lagi kondangan. Hihi.

event wisata terbaru purbalingga

Salam sapa yang bikin nuansa nongkrong semakin asik.

Yang asik dari nongkrong di Festival Kopi Purbalingga 2019 adalah aku bisa ketemu dengan banyak orang. Terutama orang-orang yang sudah lama dikenal. Baik pengisi stand maupun pengunjung.

Jadi, main ke festival yang dibuka oleh Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi ini, aku kayak main ke tempat nongkrong yang biasa aku datangi. Baru melangkah dikit, sudah aja diajak diajak ngobrol.

Ngobrolnya di Festival Kopi Purbalingga 2019 ya jelas beragam yah. Sempat ngobrol soal industri pariwisata, ngobrol geliat petani kopi, dan tentu saja disempatkan ngobrol tentang cara bikin kopi.

Nggak kerasa tuh, jalan-jalan hampir satu setengah jam. Apalagi ada lagu-lagu ala Koesplus dari Djibles Band. Jadi, jalan-jalannya yang tambah asik dong.

Mencoba seruput kopi mode cold brewing yang nyes.

Setelah keliling dan bertegur sapa dengan beberapa teman di Festival Kopi Purbalingga 2019, saatnya aku untuk mencari seduhan kopi untuk diseruput. Nggak afdol kan, main ke festival kopi tapi nggak ngopi.

Aku menggugah hasrat ngopi dengan melihat satu persatu stand yang tersedia. Jalan dari sisi barat, kemudian ke sisi timur dan utara. Lalu muter lagi ke sisi barat.

Akhirnya, Aku memilih untuk nyeruput kopi mode cold brewing dari Point Pbg Coffee Roastery. Nggak tau kenapa, rasanya pengin aja ngopi dingin di botol itu.

Harga kopi cold brewing dari Point Pbg Coffee Roastery senilai Rp 25 ribu. Isinya kopi arabica Gunung Malang. Ternyata, kece juga nih rasanya, saat disruput.

Bahkan, saat dibawa pulang, disimpan di kulkas lalu diminum pada keesokan harinya, kopinya masih endes. Masih kerasa banget kenikmatan kopi arabicanya. Mantul nih.

event musik kopi purbalingga

Eh, Baca Juga Dong: Sedang Merencanakan Liburan Keluarga? Ini Alasan Sanggaluri Park Bisa jadi Pilihan Bagus

Sayangnya, tahun ini aku nggak bisa ngobrol banyak sama pelaku kopi tentang kualitas kopi sekaligus kemampuan barista dalam menyeduh dari Purbalingga, sekarang ini. Ada peningkatan, atau nggak malah nggak ada perkembangan.

Habisnya, para pentolan industri hilir kopi di Purbalingga lagi pada sibuk sih di standnya masing-masing. Aku sih maklum aja kalau situasinya memang lagi rame. Hehehe.

Buat kamu yang belum sempat main ke Festival Kopi Purbalingga 2019, atur jadwalnya di festival tahun depan ya. Jangan sampai nggak datang dan menikmati seduhan kopi-kopi khas Purbalingga.

Siapa tahu, kita juga ketemu. Ngopi bareng, sambil ngobrol. Ngobrol ngalor-ngidul juga boleh. Hihihi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *