Sobekan Kertas

Facebook: Ini Sensasiku, Kamu? (2)

Aku masih duduk satu meja dengan Pak Adi. Masih berdiskusi hal yang sama; Facebook. Akan tetapi, arahnya tak lagi mengenai pengaruh situs itu dalam hal proses komunikasi semata. Melainkan pengaruhnya kepada kehidupan manusia.
“Wah pak, kalau ada pengguna Facebook yang naif, bisa berbahaya juga yah penggunaan media sosial semacam itu,” kataku merujuk pada banyaknya orang yang tak sadar bahwa apa yang dilakukannya di dunia sosial bakal berpengaruh pada pelabelan tertentu yang bakal dilekatkan orang kepadanya.

Tentu saja, kata Tri Nugroho Adi. Dia mencontohkan banyak siswa yang terkena berbagai kasus,- kemudian dihukum, di sekolah cuma lantaran membuat status yang sifatnya mengumpat kepada pihak sekolah, khususnya guru. “Ini menunjukan tidak ada lagi pemisahan (dunia nyata dan maya),” kata dia.
Seraya menata empat bandel skripsi, aku mulai menuturkan tentang hubungan yang rumit antara kehidupan manusia dan juga teknologi informasi. Aku meyakni, suatu saat bakal ada migrasi besar-besaran manusia ke dunia maya.
Situasi dimana orang-orang hanya duduk di depan komputer untuk menikmati segala macam yang ia butuhkan. Tidak hanya untuk mencari tugas kuliah. Namun juga berinteraksi dalam rapat melalui vedeo conference atau justru menggunakan sosok avatar tertentu. Situasi yang digambarkan dalam film Wall-E.
“Apa nanti media sosial semacam ini pada akhirnya akan membuat apa yang disebut McCluhan sebagai Global Village ya pak?” tanyaku setelah memaparkan segala argumentasi yang kupunya. Ia tersenyum seakan menyepakati hal yang sama denganku.
“Mungkin bentuknya tidak akan sama seperti yang dimaksud McCluhan. Tetapi tanda-tanda yang disampaikannya sudah mulai muncul (dari hasil perkembangan media sosial yang sekarang ini ada),” kata dia menjelaskan.
Kemudian aku ingat dengan pemaparan dosenku, Agoeng Nugroho, ketika di ruang ujian akhir. Ia mengatakan, keberadaan media sosial, akhirnya mengubah budaya masyarakat. “Seperti saat naik pesawat. Sesudah di pasawat, pada akhirnya, semua penumpang itu asyik dengan dunianya sendiri-sendiri. Teralienasi,” ujar Pak Agoeng.(bersambung)
[27/11/2011]

2 thoughts on “Facebook: Ini Sensasiku, Kamu? (2)”

Tinggalkan Balasan ke afitsetiadi Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *