budaya makan bersama keluarga
Catatan Lepas

Makan di Rumah itu Selalu Menyenangkan. Kalau Kamu Lebih Suka Makan di Rumah atau di Luar Rumah?

Sudah banyak tempat makan yang dikunjungi. Mulai dari warung pinggir sawah, cafe hits dengan suguhan uniknya sampai dengan resto megah di salah satu lantai hotel, sudah pernah disinggahi dan dicicipi. Ada banyak ragam kuliner dan rasa yang sudah bersentuhan dengan lidah ini. Sudah pernah.

Ada yang bayar sendiri, banyak pula yang dibayari. Masing-masing tempat memberikan pengalaman wisata lidah dan perut yang berbeda-beda. Bahkan, beberapa tempat makan malah lebih nikmat dipandang mata, dibanding dikunyah makanannya. Kesan yang tertinggal memang beda-beda.

Dari sekian banyak tempat makan, entah kenapa rumah adalah tempat makan paling idola. AkuBangkit begitu menikmati momen makan di rumah. Bahkan, terkadang sampai rela menahan lapar di perjalanan atau menahan diri dari tawaran madhang, demi makan di rumah.

Apalagi, kalau menu makan yang dipersiapkan adalah menu-menu makanan yang sangat disukai. Hmm, pasti rela mengencangkan ikat pinggang dulu lah, demi menyantap menu makanan buatan rumah yang nyelekamin.

Yah, kalaupun ternyata sudah makan di luar, karena satu dan lain hal, ya kalau sudah ngebet pengin makan di rumah, AkuBangkit bakal makan lagi. Nggak masalah lah kalau kewaregen alias kekenyangan. Yang penting hasrat makan di rumah, terbayar. Hehehe.

Baca Dulu Dong: 7 Kebiasaan yang Dilakukan Orang Ketika Nonton Youtube di Smartphone. Nomor 6 jadi Bukti Kamu Pengguna Youtube yang Sebenarnya

Nah blog post kali ini dibikin nggak lepas dari momen makan di rumah, pada awal April 2020 ini. Ceritanya, AkuBangkit pulang ke rumah orang tua. Nggak terlalu lapar sih. Tapi pas lihat di meja makan ada sayur slobor, gorengan tempe alias kripik dan petai godhok alias rebus, wah sudah deh.

Hasrat makan langsung tumbuh subur. Perut langsung berkeroncong ria mendendangkan lagu “Di Tepinya Sungai Serayu”. Tetiba lapar sangat. Pokoke kudu madhang. Piring diambil, nasi panas dari rice cooker diambil. Lantas makanan disantap!

Meski lauknya sederhana, ternyata nikmatnya tiada tara. Sekarang aja aku memejamkan mata, sudha langsung tuh kebayang nikmatnya perjumpaan runtuk kripik, petai rebus dan potongan slobor dalam genggaman ujung jari. Saking nikmatnya, susah lah menggambarkan rasanya.

Di tambah sambal? Sebenarnya ada sambal juga. Tapi, karena nggak terlalu suka pedas, ya cuma ambil sambal hanya seujung sendok. Yah, tanpa sambal. Esensi kenikmatan makanan di rumah siang itu nggak terasa hambar sama sekali. Nyelekamin!

Walaupun memang enak. Namun AkuBangkit tetap nggak nambah dua kali atau tiga kali porsi sih. Kan lagi diet dengan cara mengurangi porsi makan. Mengurangi porsi saja sudah berat. Apalagi di tengah isolasi diri di rumah seperti sekarang ini. Heuheuheu.

Baca Ini Yuh: Mencoba Membandingkan Teh dan Kopi, Kalau Kamu Lebih Suka Teh atau Kopi?

Ternyata eh ternyata. Makan di rumah itu mempunyai banyak manfaat loh. Apalagi makan di rumah bersama keluarga. Apalagi nih, makan menu makanan kesukaan di rumah bareng keluarga dengan mood yang sedang baik-baik saja.

Kalau baca di situs Tabloid Bintang, seorang psikolog keluarga bernama Dra. Ratih Andjayani Ibrahim MM, bilang kalau makan bareng di keluarga merupakan momen berharga yang bisa menjadi cerminan erat nggaknya hubungan keluarga.

AkuBangkit juga pernah baca kalau mantan Presiden Indonesia Almarhum KH Abdurahman Wahid alias Gus Dur juga sangat memanfaatkan momen makan bareng keluarga. Momen makan Gus Dur dan keluarga di satu meja makan, katanya begitu menyenangkan dan luar biasa.

Menurut Ratih Andjayani Ibrahim, makan bareng keluarga itu memberi setidaknya lima manfaat yang luar biasa. Apa saja manfaat makan bareng keluarga?

  • Meningkatkan komunikasi keluarga
  • Asupan nutrisi lebih baik
  • Meningkatkan kreativitas masakan
  • Mengajarkan sopan santun
  • Lebih hemat

Makan bareng di meja makan nggak cuma berfaedah bagi setiap anggota keluarga. Tetapi juga bisa jadi bagian dari diplomasi tak kasat mata. Kayak yang dilakukan Presiden Joko Widodo waktu makan dengan tokoh politik ataupun masyarakat, dulu itu loh. Efektif banget kan.

Loh Belum Baca Ini: Sajak Hujan di Musimnya

AkuBangkit lagi nggak bilang anti makan di luar rumah yah. AkuBangkit juga punya beberapa warung makan idaman kok. Tetapi makan di rumah memang jauh lebih menyenangkan. Dan memang memberi banyak manfaat. Berikut beberapa manfaat makan di rumah versi AkuBangkit;

Pertama. Sudah pasti tentang menghemat pengeluaran.

Makan di rumah sudah tentu menghemat pengeluaran bulanan. Hitung-hitungan dari sisi yang pengeluaran untuk membeli bahan baku masakan. Belanja 20 ribu di pasar, bisa untuk bikin lauk seharian untuk orang satu rumah.

Pun makan di rumah sudah pasti menghemat dari sisi pengeluaran makan di warung apalagi restoran. Coba saja bandingkan biaya yang harus dikeluarkan untuk mi rebus buatan rumah dengan mi rebus buatan warung hits di media sosial. Beda jauh kan.

Kedua. Membuat geliat keluarga lebih dinamis.

Geliat keluarga itu bisa muncul dari banyak hal. Mulai dari semangat mencari uang demi menyediakan makanan bagi keluarga, semangat bangun pagi belanja dan masak hingga semangat menuntaskan rasa lapar setelah sekian banyak aktivitas.

Nggak hanya sampai di situ saja. Geliat keluarga yang dinamis juga bisa terwujud pada terbangunnya komunikasi yang baik di antara anggota keluarga. Minimal banget komunikasi tentang, mau makan apa hari ini?

Ketiga. Membangun budaya menghargai proses.

Sekarang ini, orang cenderung melihat hasil dibandingkan proses. Penghargaan terhadap proses relatif lemah. Seolah proses it unggak penting. Padahal budaya short cut ini nggak baik. Otak bisa menjadi tumpul, toleransi dan rasa menghargai menjadi rendah, semangat berjuang menjadi loyo.

Nah, makan di rumah bisa merangsang tumbuhnya budaya menghargai proses. Makan di rumah mengajari kita menghargai rasa asin yang berlebihan, rasa manis yang terlalu banyak atau rasa pedas yang huh-hah, karena melihat perjuangan memasak di dapur. Apalagi masakan istri ya, pasti enak! Hihihi.

Yuk Baca Juga Ini: Tips Pemasangan Media Luar Ruang di Musim Pilkada, Biar Calon Kepala Daerah Semakin Mudah Memenangkan Hati Pemilih

Kalau kawan-kawan bagaimana? Lebih suka makan di rumah kayak AkuBangkit atau malah lebih asyik makan di luar rumah? Yuk share pengalaman kalian di kolom komentar. Siapa tahu bisa menjadi inspirasi kawan-kawna yang lain. Monggoh.

Sumber Foto Pexels.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *