barbershop purbalingga
Catatan Kecil

Tentang Gaya Rambut dan 4 Rekomendasi Tempat Cukur Rambut di Purbalingga

Seperti halnya bagi perempuan, rambut juga penting bagi pria. Meskipun kadar memberikan perhatiannya berbeda tiap-tiap orang, tetap saja rambut selalu menjadi salah satu bagian tubuh yang diperhatikan oleh seorang pria.

Apalagi di zaman kekinian, dimana penampilan sudah menjadi salah satu kunci meraih sukses. Kan harus diakui kalau sekarang ini, masih banyak orang yang menilai kapasitas seseorang dari penampilannya. Ya kan?

Nah, gaya rambut masuk dalam daftar bagian tubuh yang sangat mempengaruhi penampilan. Gaya rambut seseorang  berdampak pada cara orang lain memberikan penilaian terhadap seseorang tersebut.

Misalnya, banyak orang yang menilai kalau orang dengan rambut gondrong itu urakan, jadi nggak lebih cocok kerja kantoran dibandingkan orang dengan rambut klimis pakai pomade, yang kerap dipandang sebagai citra good boy.

Atau ada juga orang dengan gaya rambut ala Kangen Band itu dianggap alay, sehingga dianggap tidak memiliki kemampuan berkarya yang hebat. Banyak lah contoh-contoh penilaian berdasarkan gaya rambut.

Jadi, gaya rambut nggak lagi cuma soal selera dan kenyamanan pribadi. Namun juga sudah soal image diri seseorang di mata publik. Yah, hal ini di luar peduli atau nggak kita dengan penilaian semacam itu loh yah.

Ternyata sejarah tukang cukur sangat panjang di Indonesia.

Aktivitas mencukur rambut di Indonesia sudah ada dari dulu. Memotong rambut, lekat dengan sentuhan nilai-nilai keagamaan, budaya hingga tradisi. Bahkan, ada kisah Pangeran Diponegoro memerintahkan pasukannya potong rambut untuk membedakan dengan orang Jawa yang mbalelo ke Belanda.

Kalau baca artikel Historia.id, diperkirakan tukang cukur di Nusantara ini sudah ada dari tahun 1910-an. Konsumen utamanya tentu saja, orang-orang yang berhubungan dengan orang Benua Biru.

Para pencukur rambut itu ada yang buka layanan barbershop di hotel, lengkap dengan pakaian pencukur rambut ala Eropa. Konsumen utamanya mereka adalah orang Eropa yang ingin tampil necis dan rapi.

Namun banyak juga tukang cukur yang buka layanan di pasar, di tepi jalan ataupun di bawah pohon rindang. Kalau tukang cukur yang bekerja tanpa atap ini, segmen konsumennya perwira rendahan atau pembantu rumah tangga.

Cerita dari serdadu KNIL, H.C.C Clockener Brousson dalam “Batavia Awal Abad 20” tentang pengalaman berkunjung ke Pasar Senen, Batavia, pada awal abad ke-20, bisa menjadi gambaran tentang aktivitas pencukur rambut.

“Seorang tukang cukur Tionghoa sibuk memangkas para jongos perwira dan pembantu rumah tangga. Tukang cukur itu bukan saja cepet dan pandai mencukur, dengan bermacam peralatan ia mengerjakan telinga, bagian mata, lubang hidung orang yang datang bercukur,” tulis H.C.C. Clockener Brousson.

Hmm, biar lengkap lagi dan asik membaca ulasan sejarah mencukur rambut, langsung saja yah menuju Historia.id untuk baca ulasan menarik Mengukur Sejarah Tukang Cukur. Monggoh dikunjungi. Hihihi.

Hmm. Itu semua baru pengantarnya yah.Lumayan panjang juga yah. Hihihi. Aslinya sih, AkuBangkit ingin hanya sharing tentang pengalaman berurusan dengan gaya rambut. Bukan soal trend gaya rambut sih. Cuma soal urusan cukur rambut alias potong rambut.

Hehehe. Nggak apalah yah. Siapa tahu kan kawan-kawan semua juga punya cerita yang sama dengan AkuBangkit. Atau malah jangan-jangan, kita ini sama-sama konsumen di sebuah tukang cukur atau bahasa kerennya barbershop yang sama kan. Hehehe.

Potong rambut dengan gaya terbaru. Lumayan naik level kegantengannya nih.

Kapan biasanya warga Indonesia mencukur rambut?

Tentu saja jawabannya sangat beragam. Tapi, menurut AkuBangkit, secara umum nih, ada waktu-waktu dimana orang-orang memilih untuk segera potong rambut sesuai gayanya masing-masing.

  • Pada Hari Jumat
  • Sebelum Hari Pertama Masuk Sekolah atau Masuk Kerja
  • Ketika Sudah Mendekati Hari Lebaran
  • Sewaktu Hari Penting Dalam Hidup Sudah Dekat, Misalnya Mau Akad Nikah
  • Bila Sudah Merasa Suntuk dan Terlalu Banyak Kesialan Menimpa
  • Ketika Sudah Mulai Tidak Nyaman Berkaca

Kira-kira itu enam momen utama dimana orang memilih untuk segera potong rambut. Kalau AkuBangkit paling pasti itu sebelum Lebaran harus potong rambut, biar fresh. Nah, kalau kanca-kanca biasanya kapan menyegerakan untuk potong rambut. Hehehe.

Tempat potong rambut andalan di Purbalingga, bisa jadi rekomendasi nih.

Selama tiga puluh tahun lebih hidup sebagai manusia di Purbalingga, tentu saja AkuBangkit sudah ribuan kali potong rambut. Kalau nggak percaya, silahkan hitung sendiri deh. Hehehe.

Tetapi, AkuBangkit punya empat tempat potong rambut alias barbershop andalan. Tempat-tempat cukur rambut ini ada di Purbalingga. Di mana saja tempat potong rambut itu?

Satu. Eyang Awan.

Nama sebenarnya kayaknya Sarwan. Tapi, AkuBangkit biasa memanggilnya Eyang Awan. Masih kerabat dekat. Ya, embah lah. Kami masih satu desa, cuma beda dusun saja. Alhamdulillah, Eyang Awan masih sehat.

Sejak aku belum lahir, Eyang Sarwan alias Eyang Awan ini sudah buka lapak di Pasar Bobotsari. Sebelum pasarnya dipugar, lokasi lapaknya di sebelah selatan, bersama banyak pencukur rambut tradisional. Yang uniknya, ya sudah embah-embah semua.

AkuBangkit biasa bercukur di sini dari sekolah dasar sampai awal-awal SMA. Model cukuran di sini ya jelas jadul. Tapi menyenangkan cukur di sini, selain murah juga karena ada suasana akrab khas pasar. Apalagi kalau air sabun bersentuhan dengan kulit berambut yang akan “dikerik”. Nyess, ademnya.

Baca Yuk: Kece Nih Buat Ditonton! Channel Youtube Keren yang Bisa Kamu Tonton di Waktu Sela

Dua. Salon Hartati.

Meskipun salon dan pencukurnya adalah perempuan, Salon Hartati ini melayani perempuan dan laki-laki. Di ruang salonnya yang kecil dan minimalis, Mbak Harti paham betul harus kasih gaya apa untuk konsumennya.

Lokasi Salon Hartati ini ada di timur Pasar Bobotsari tapi yang dekat Perempatan Majapura. Di jalan belakang Pasar Bobotsari, nggak tahu namanya jalannya. Yang pasti, hampir tiap hari ramai anak-anak remaja minta cukur rambut gaya kekinian.

AkuBangkit mulai sering cukur ke Salon Hartati ini saat SMA. Sewaktu masih mahasiswa dan bekerja jadi wartawan, juga masih sering menyempatkan diri potong rambut di sini. Harganya sangat terjangkau, gaya potongannya juga up to date.

Tiga. Brossman Barbershop.

Tempat ini menjadi tempat potong rambut alias barbershop pertama yang dikunjungi dan langsung cocok di tahun 2016. Yang benar-benar menyebut diri sebagai barbershop di Purbalingga loh yah. Waktu itu, asalnya hanya menuntaskan rasa penasaran cukur di barbershop.

Brossman Barbershop ini awalnya berada di Jalan Puring Purbalingga. Namun kemudian pindah ke sebelah selatan Dinporapar Purbalingga. Jadi, pindah ke jalan besar, yang mudah dijangkau.

Bersama Brossman Barbershop, AkuBangkit mengeksplor beberapa gaya rambut. Terutama gaya-gaya rambut yang klimis dan nggak pernah di coba. Hehehe.

Empat. Abhas Barbershop.

Nah, kalau barbershop yang satu ini belum lama jadi salah satu andalan potong rambut. Baru dua kali ke Abhas Barbershop. Hehehe.

Lokasi Abhas Barbershop ini ada di Desa Kutawis, Kecamatan Bukateja. Tepatnya sih di seberang utara Puskesmas II Bukateja. Pinggir jalan. Meskipun ada di desa, kualitas potong rambutnya kece juga kok. Harga potongnya juga terjangkau.

Baca Juga Dong: [Ulasan] Bagaimana Rasanya Mencicipi Menu Andalan Padi Resto di Braling Grand Hotel by Azana Purbalingga?

Itulah ulasan kita di blog AkuBangkit kali ini. Bagaimana? Adakah kawan-kawan yang ternyata satu tempat potong rambut dengan AkuBangkit? Hehehe.

Atau malah kawan-kawan punya rekomendasi tempat potong rambut di Purbalingga, yang lainnya? Boleh dong share. Biar jadi inspirasi buat pembaca yang lainnya.

Eh, ngomong-ngomong tulisan kayak gini bermanfaat nggak sih yah, buat khalayak kebanyakan di Indonesia, khususnya di Purbalingga? Semoga bermanfaat lah yah. Hahaha.

Sumber Foto Headline Thgusstavo Santana dari Pexels

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *