kafe hits purbalingga 2020
Catatan Lepas

Seduhan V60 Japanesse Iced Coffee yang Bisa Banget Menghapus Lelah dan Penat. Ayo Seruput!

Banyak sekali cara menyeduh kopi. Dari cara menyeduh kopi yang sederhana hingga yang rumit banget. Semua ada di Indonesia tersayang ini. Malah sepertinya, gaya menyeduh ini bakal terus berkembang, seiring kian banyaknya orang yang jatuh cinta pada kopi.

Beragam cara menyeduh dan menikmati kopi ini nggak lepas dari banyak sekali faktor  yang ikut mempengaruhi kenikmatan nyeruput kopi. Mulai dari faktor jenis biji kopi, proses mengolah kopi, cara menyeduh, waktu ngopi, tempat ngopi hingga dengan siapa kita ngopi.

Rangkaian proses dari hulu hingga hilir semacam itu sangat memberi nuansa rasa pada seduhan kopi yang siap bertemu dengan indera perasa kita. Saking kompleksnya faktor pemicu rasa, biji kopi yang sama, kalau diseduh dengan cara yang berbeda, bakal punya rasa yang berbeda. Iya kan, wankawan?

Ayo Baca Ini: Cara Ini Begitu Mudah untuk Mengatasi Kantuk Tanpa Minum Kopi, Bisa Banget Dicoba!

Nah, di salah satu sore pada bulan Juli 2020 kemarin, AkuBangkit mencoba menikmati kopi dengan cara yang berbeda di Omah Al Purbalingga. Tahukan kedai yang ada di pertigaan barat Jalan Mintaraga Purbalingga itu?

Kalau biasanya, AkuBangkit nyeruput kopi yang hangat, baik disaring maupun mode tubruk. Sore itu, AKuBangkit mencoba seruput kopi dengan nuansa akrab kopi dan es, yang diseduh sama Brian Nareswara yang jadi barista di Omah Al Purbalingga.

Kami memang janjian bertemu. Tapi bukan untuk nongkrong ganteng sambil nyeruput kopi sih, melainkan janjian buat ngobrol sama Reva Gildas, salah satu animator & ilustrator muda di Purbalingga.

Kebetulan, Reva ini adiknya Brian. Jadi, sekalian ketemu di Omah Al Purbalingga aja. Oh iya. Cerita hasil nyepik Reva Gildas udah aku tulis kok di blog. Silahkan kalau mau baca. Ini Judulnya Nyepik Reva Gildas. Animator & Ilustrator Gondrong yang Terinspirasi Anime Jepang.”

cafe pusat kota purbalingga
Omah Al Purbalingga ada di pusat kota Purbalingga. Di timur Alun-alun Purbalingga. Sangat mudah dijangkau.

Kehadiran Japanesse Iced Coffee yang Bikin Heran.

Nah, sambil nunggu Reva, Brian menyuguhkan kopi yang diseduh dengan V60 mode Japanesse Style. Seduhan kopi ini lebih tenar disebut Japanesse Iced Coffee.

Ketika Japanesse Iced Coffee datang ke meja bar, AkuBangkit langsung mengernyitkan dahi. Pertama, karena yang datang adalah es kopi. Mungkin setelah berpuluh purnama, itu adalah es kopi pertama yang mendekat ke genggaman.

Kedua, karena dalam persepsi AkuBangkit, es kopi itu nggak mantap betul. Sebab, biasanya di ending sewaktu es batu mencair, maka rasa kopinya jadi ambyar. Kayak seduhan kopi kebanyakan air. Nggak kepyar.

Makanya, AkuBangkit tanya ke Brian soal risiko rasa yang bakal ambyar itu. Tapi, Brian memastikan nggak bakal ambyar, sebab itu adalah kopi yang diseduh dengan menggunakan metode V60 mode Japanesse Style.

Dan, setelah diseruput hingga akhir, ternyata memang nikmat. Rasa eksotis kopi arabica lereng Gunung Slamet bagian Purbalingga terasa di lidah hingga tetes terakhir. Sungguh, seduhan kopi penghilang penat.

barista muda purbalingga
Menikmati seduhan kopi a la Japanesse Iced Coffee di siang hari menjadi aktivitas yang menyenangkan dan menyegarkan.

Berkenalan dengan Japanesse Ice Coffee, yang Mantul Sampai Tetes Terakhir!

FYI. Meskipun sama-sama menggunakan es batu, Japanesse Ice Coffee dan es kopi maupun kopi ala cold brew merupakan entitas seruputan yang berbeda. Japanesse Ice Coffee nggak butuh alat cold brew atau alat seduhan yang macam-macam.

Japanesse Ice Coffee hanya butuh dripper V60 dan kertas saring. Yes! Persis sama kayak bikin kopi dengan metode manual brewing menggunakan V60.

Yang bikin kopi ala Japanesse Ice Coffee ini ajib banget rasanya, adalah pembuatan kopi ini mengatur ulang rasio penggunaan air dan es batu. Yes! Kuncinya ada di komposisi air dan es batu.

Dalam membuat satu seduhan kopi Japanesse Ice Coffee, yang butuh 100 gram air, komposisi air adalah 60 gram, sedangkan komposisi es batu adalah 40 gram. Jadi, es batu sudah masuk dalam hitungan kebutuhan air dalam satu seduhan. Bukannya sekadar menambahkan es batu.

Kira-kira begitu gambaran pengaturan komposisi air dan es batunya yah, wankawan.  Jadi, memang bukan sekadar es kopi kan.

Yang nggak kalah menarik dari Japanesse Ice Coffee adalah kita bisa menyeduhnya tanpa alat-alat yang ribet. Plus, kita bisa dengan selow mengatur komposisi kopi, air dan es batu. Karena, memang nggak ada pakem khusus untuk meracik kopi ala Japanesse Ice Coffee ini.

Japanesse Ice Coffee ini memang enak kok. Beneran. Tapi menurut AkuBangkit, Japanesse Ice Coffee ini lebih cocok kalau menggunakan kopi arabica. Apalagi, wine arabica dari lereng gunung slamet, kayaknya juga bakal enak banget. Wuiih, jadi kebayang.

blogger purbalingga jawa tengah
Ada ide untuk nongkrong dan seruput kopi lagi nggak nih di wilayah Kabupaten Purbalingga dan sekitarnya? Boleh dong share.

Baca Ini Juga Boleh: Sedang Mencari Rekomendasi Kafe di Purbalingga? 4 Kedai Kopi Ini Bisa jadi Pilihan Kamu!

Wankawan sudah pernah menikmati seduhan Japanesse Ice Coffee? Kalau belum, coba deh nyeruput kopi mode dingin ini. Asik banget kok buat jadi teman ngobrol. Eh, ngomong-ngomong, kapan kita menyeduh kopi bersama-sama?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *