destinasi wisata hits terbaru purbalingga
Catatan Kecil

Traveling ke Puncak Sendaren di Purbalingga yang Membangkitkan Jiwa Ini Berteriak “My Trip My Adventure”. Kamu Harus ke Destinasi Wisata Ini!

Puncak Sendaren menjadi destinasi wisata di Kabupaten Purbalingga, yang perdana AkuBangkit kunjungi ketika memasuki fase “Kebiasaan Baru”. Destinasi wisata ini sedang hits di media sosial, jadi AkuBangkit menikmati combo kebahagiaan di momen berwisata pada medio Juli 2020 kemarin.

Puncak Sendaren ada di Desa Wisata Panusupan, Kecamatan Rembang. Puncak ini ada di salah satu perbukitan utara Purbalingga, yang biasa disebut kawasan Punggung Naga.

Spot wisata di Purbalingga ini sebenarnya bukan destinasi yang baru-baru amat. Melainkan Puncak Sendaren itu bisa dibilang punya status “Bangkit Kembali”.

Yoi! Puncak Sendaren sudah pernah viral pada beberapa tahun lalu. Mungkin sekitar tiga tahun lalu. Karena satu zaman dengan Jembatan Cinta. Pengunjungnya dari berbagai daerah di luar Kabupaten Purbalingga. Namun, kemudian pesona Puncak Sendaren sempat meredup.

Dengan status reborn ini, Puncak Sendaren tetap jualan hal yang sama. Yakni pemandangan alam yang luar biasa keren dan spot selfie yang tak akan terlupakan. Dan bonusnya, tentu saja perjalanan menuju puncak yang menantang.

AkuBangkit baru pernah main ke Puncak Sendaren. Jujur aja nih. Kalau dulu sih, pas pelesiran ke Desa Panusupan, baru sampai Jembatan Cinta. AkuBangkit belum sempat main ke Puncak Sendaren. Paling ya stalking di instagram doang sih. Heuheu.

Pas kemarin itu, AkuBangkit dolan ke Puncak Sendaren bareng tim Jong Purbalingga. Komunitas anak muda di Purbalingga ini, punya program “Piknik Nang Purbalingga”, jadi bisa ikutan nimbrung dolan ke Puncak Sendaren yang sedang viral.

Baca Dong: 5 Kuliner Tradisional dari Purbalingga Ini Cocok Banget jadi Kanca Medhang, Yang Mana Favorit Kamu?

pincak sendaren desa panusupan
Puncak Sendaren menjadi salah satu destinasi wisata yang hits di tahum 2020 ini. Wisatawan yang datang juga berasal dari luar Kabupaten Purbalingga.

Explore Penuh Tantangan Menuju Puncak Sendaren.

Dari meeting point di Balai Desa Panusupan menuju lokasi wisata, AkuBangkit dan rombongan “Piknik Nang Purbalingga” dari Jong Purbalingga menggunakan angkutan berupa mobil pick up atau bahasa lokalnya, kol coak. Biar sekali jalan, mengangkut banyak orang.

Jalur menuju Puncak Sendaren itu jalan desa nan kecil. Lebar jalannya hanya sekitar 2 meter. Jadi, kalau pakai mobil untuk eksplor di Puncak Sendaren, pastikan nggak berpapasan dengan mobil lainnya. Repot banget jadinya.

Makanya, perjalanan menuju puncak ini enaknya memang pakai sepeda motor. Biar lebih mudah untuk bermanuver. Eh tapi, tetap jaga etika berkendara dan junjung sopan santun yah. Karena yang wankawan lalui adalah jalan desa yang banyak orang tua dan anak kecil lewati.

Pengelola Puncak Sendaren menerapkan protokol kesehatan secara maksimal. Ada pengecekan suhu tubuh, tempat cuci tangan hingga pemberian masker kalau ada pengunjung yang nggak bawa masker. Kece banget kan penerapan prinsip clean, safety and healthy di Puncak Sendaren.

“Dunia adalah sebuah buku, dan mereka yang tidak melakukan perjalanan hanya membaca satu halaman saja”

Anonim
wisata kakang mbekayu purbalingga
Jembatan Kalendra menjadi spot utama untuk melihat pemandangan indah sekaligu selfie di Puncak Sendaren.

Nah, kita lanjutkan lagi perjalanannya. Oh iya, jangan nyelonong begitu saja yah. Pastikan wankawan, membayar tiket masuk sebesar Rp 10 ribu perorangnya. Murah sangat kan.

Sampai di loket tiket Puncak Sendaren, maka habis sudah jalan desa nan beraspal. Hehehe. Dari loket tiket masuk hingga ke Puncak Sendaren hanya ada jalan baru. Iya. Jalan ini memang jalan baru dibikin. Jalan yang mengepras lereng pegunungan ini masih berupa tanah dan bebatuan.

Sehingga ada dua pilihan yang bisa ditempuh demi puncak yang kece banget itu. Pertama, berjalan kaki menanjak selama 30 menit sambil ngobrol dan menikmati pemandangan alam kawasan utara Kabupaten Purbalingga.

Pilihan kedua, naik kendaraan sambil deg-degan lantaran waspada tergelincir atau kendaraan mogok. Itu kalau supirnya, kalau penumpangnya jelas bakal menikmati serunya mendaki perbukitan.

Dua pilihan itu menantang banget kan? Tinggal pilih saja salah satunya tuh, sesuai selera berpetualang masing-masing. Hehehe.

Di luar itu, pengelola destinasi wisata juga menyediakan mobil bak terbuka yang bisa digunakan oleh pengunjung setiap hari sabtu dan minggu. Lagi-lagi, biayanya juga sangat murah. Cuma Rp 5 ribu perorang. Kayaknya by order jauh-jauh hari ke pengelola juga bisa nih.

AkuBangkit dan rombongan Jong Purbalingga nggak berjalan kaki, karena angkutan coak bisa antar naik hingga ke atas. Lumayan banget untuk hemat energi 30 menit perjalanan jalan kaki kan. Heuheu.

Namun eh namun. Perjalanan naik mobil nggak kalah menantang dan orag-orag, karena beberapa kali ban mobil slip karena “batunya hidup”. Bahkan sempat juga mobilnya berhenti di tanjakan terjal. Untungnya, sopirnya udah terbiasa dengan medan laga, sehingga perjalanan pun berlanjut.

Tapi beneran yah, selama perjalanan dari loket tiket, kita bisa melihat pemandangan alam yang luar biasa indah dan asrinya. Hamparan sawah dan pemukiman desa jadi panorama khas yang nggak ternilai harganya. Di perjalanan aja keren banget, apalagi di Puncak Sendaren kan.

Salah satu tanjakan menuju Puncak Sendaren yang menantang adrenalin. Tapi deg-degannya naik ke puncak, terbayar oleh keindahan pemandangan alam.

Puncak Sendaren, Salah Satu Puncak dengan Pemandangan Luar Biasa.

Ketika melihat patung kuda jingkrak dan tulisan “Puncak Sendaren” itu artinya wankawan sudah sampai destinasi wisata tujuan. Iya, sampai pada 90% persen perjalanan. Hahahha.

Karena kita memang masih harus melakukan perjalanan jalan kaki. Kali ini wajib jalan kaki. Sebab, jalan yang ditempuh adalah jalan stapak menaiki bukit selama 8 menitan. Sebenarnya dekat, cuma ya menanjak gitu. Kemiringan tanahnya mungkin sekitar 40-45 derajat.

AkuBangkit sendiri ngos-ngosan dengan perjalanan mendaki bukit ini. Ini jelas karena faktor nggak pernah olahraga. Jikalau wankawan, pasti kuat lah.

Dan ketika sampai di Puncak Sendaren, wankawan beneran bisa lihat pemandangan alam yang luas dan asri di Kabupaten Purbalingga. Mata AkuBangkit nggak pernah jemu melihat pemandangan seperti itu. Fresh banget!

Wankawan bisa melihat pemandangan itu dari Jembatan Kalendra. Jembatan di lereng bukit ini nggak hanya menantang adrenalin kita, tapi memang instagramable banget. Jangan sampai lolos nih spot selfie ini.

Selain spot Jembatan Kalendra, juga ada spot jembatan satu lagi yang punya pemandangan nggak kalah kerennya. Tapi AkuBangkit nggak sempat sampai ke sana, karena harus berjalan kaki lagi 10 menit. Ngempos men.

Puncak Sendaren menjadi salah satu puncak di Kabupaten Purbalingga yang punya pemandangan sunrise sekaligus sunset. Dua-duanya sekaligus, men. Jarang-jarang kan. Bahkan, Gunung Slamet terlihat gagah sekali dari puncak yang satu ini.

Dan kabarnya, kalau cuacanya pas, wankawan bisa menikmati sensasi “Negeri di Atas Awan” di Puncak Sendaren. Jadi, wankawan bisa selfie di atas awan kabut yang turun pelan dari atas perbukitan. Kece! Kece! Kece!

Apa Aktivitas di Puncak Sendaren Cuma Selfie?

Tentu saja nggak dong. Walaupun sajian utama Puncak Sendaren memang pemandangan yang lovable, wankawan bisa juga melakukan berbagai aktivitas lainnya di destinasi wisata yang berjarak sekitar 90 menit dari pusat kota Purbalingga.

Wankawan bisa kulineran di warung-warung kecil yang berada di jalur mendaki hingga camping di camping ground yang sudah disediakan. Biaya camping di Puncak Sendaren hanya Rp 20 ribu perorang, hanya saja bawa perlengkapan masing-masing yah.

Pelesiran ke Puncak Sendaren juga bisa dipadukan dengan aktivitas olahraga. Misalnya lari, bersepeda atau sekadar beryoga. Karena kondisi alam dan udaranya memang sangat healthy and refreshing.

Meskipun capek bin lemes banget ini kaki, AkuBangkit sangat menikmati momen wisata ke Puncak Sendaren. Permaduan perjalanan menjelajah yang khas wisata alam dan pemandangan yang eksotis nan asri menjadi pengalaman traveling yang asik.

Menurut AkuBangkit, berwisata ke Puncak Sendaren bisa juga dipadukan dengan berwisata ke destinasi-destinasi wisata lainnya di Desa Panusupan maupun Kecamatan Rembang. Seperti ke Desa Tanalum, Desa Wanogara hingga ke Museum Tempat Lahir (MLT) Jenderal Soedirman.

Yah dibikin paket wisata gitu. Nanti bakal puas banget berwisatanya. Mau coba? Hehehe.

wisata religi rembang purbalingga
Gerbang “Syech Makdum Husen” menjadi tanda masuk ke kawasan wisata di Desa Panusupan, Kecamatan Rembang.

Terus, Bagaimana Cara Menuju Puncak Sendaren?

Puncak Sendaren yang ada di Desa Panusupan, Kecamatan Rembang meskipun jauh dari pusat kota, namun tergolong mudah untuk dijangkau. Karena, jalannya cuma satu. Hehehe.

Baik dari arah Bobotsari (barat) maupun dari arah Pengadegan/Bukateja (Timur), jalur menuju Desa Panusupan hanya satu. Tinggal search saja “Balai Desa Panusupan” di google maps, maka wankawan tinggal cuss saja menikmati perjalanan.

Nanti, selepas sampai Balai Desa Panusupan, wankawan tinggal mengikuti jalan desa yang tersedia. Ada penunjuk arah menuju Puncak Sendaren kok. Kalaupun ragu, bisa tanya ke warga desa, mereka dengan gembira hati akan menunjukan jalannya.

Baca Yuk: Wahai Para Traveler! Mari Kita Menelusuri Kehidupan Keluarga Pak Tani di Destinasi Wisata Terbaru Purbalingga, Green Sabin!

Jadi, jangan ragu untuk dolan ke Puncak Sendaren di Desa Panusupan yah. Walaupun wankawan mungkin nggak tahu jalan menuju Puncak Sendaren yang sedang digandrungi.

Kalau mau ngajakin AkuBangkit juga boleh kok. Bakal lebih asik dolan-dolan ke purbalingga sambil dibikin satu paket sekalian. Rame dan asik. Hehehe.

Informasi Wisata:

Puncak Sendaren
Desa Wisata Panusupan, Kecamatan Rembang, Kabupaten Purbalingga
Harga Tiket Masuk: Rp 10.000
Operasional: 24 Jam
Fasilitas: Pemandangan Indah, Spot Selfie, Camping Ground, Warung, Toilet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *